
Berdasarkan hasil tracer study, diperoleh sebanyak 63 lulusan memiliki waktu tunggu kurang dari 3 bulan, 30 lulusan memperoleh pekerjaan dalam rentang 3 sampai 6 bulan, dan 15 lulusan memiliki waktu tunggu lebih dari 6 bulan. Dengan demikian, mayoritas lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari 3 bulan setelah lulus.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan pertama adalah sebesar 2,96 bulan. Nilai rata-rata tersebut berada pada kategori WT < 3 bulan, yang menunjukkan bahwa secara umum lulusan mampu memperoleh pekerjaan dalam waktu yang relatif cepat setelah menyelesaikan studi.
Berdasarkan distribusi data tersebut, dapat dianalisis bahwa lulusan memiliki tingkat daya saing yang baik dalam memasuki dunia kerja. Dominasi kategori waktu tunggu kurang dari 3 bulan menunjukkan bahwa kompetensi lulusan dinilai relevan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Selain itu, proporsi lulusan dengan waktu tunggu lebih dari 6 bulan relatif lebih kecil dibandingkan kategori lainnya, sehingga menggambarkan bahwa sebagian besar lulusan dapat terserap ke dunia kerja dalam waktu yang cukup singkat.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap membaiknya waktu tunggu lulusan antara lain adalah penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri, peningkatan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL), serta pembekalan soft skills seperti komunikasi, kesiapan kerja, dan pelatihan wawancara. Selain itu, peran pusat karier dan alumni dalam memberikan informasi lowongan kerja juga turut mempercepat proses transisi lulusan ke dunia kerja.



