Tingkat dan Ukuran Tempat Kerja Lulusan

Gambar C6.9 Tingkat dan Ukuran Tempat Kerja

Pada TS-2, dari total 54 responden, sebanyak 13 lulusan (24,07%) bekerja pada tingkat lokal, 25 lulusan (46,30%) bekerja pada tingkat nasional, dan 16 lulusan (29,63%) bekerja pada tingkat multinasional. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas lulusan TS-2 terserap pada perusahaan atau institusi berskala nasional.

Pada TS-1, dari total 48 responden, sebanyak 7 lulusan (14,58%) bekerja pada tingkat lokal, 24 lulusan (50,00%) bekerja pada tingkat nasional, dan 17 lulusan (35,42%) bekerja pada tingkat multinasional. Distribusi ini juga memperlihatkan dominasi lulusan yang bekerja pada tingkat nasional.

Secara keseluruhan, gabungan data TS-2 dan TS-1 menunjukkan bahwa dari total 102 responden, sebanyak 20 lulusan (19,61%) bekerja pada tingkat lokal, 49 lulusan (48,04%) bekerja pada tingkat nasional, dan 33 lulusan (32,35%) bekerja pada tingkat multinasional.

Berdasarkan hasil perhitungan tingkat dan ukuran tempat kerja lulusan, diperoleh nilai RI (Multinasional) sebesar 32,35%, RN (Nasional) sebesar 48,04%, dan RW (Lokal) sebesar 19,61%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa proporsi lulusan yang bekerja pada tingkat nasional dan multinasional sudah melampaui batas minimum yang ditetapkan, yaitu RN ≥ 20% dan RI ≥ 5%.

Berdasarkan distribusi tersebut, dapat dianalisis bahwa mayoritas lulusan telah terserap pada dunia kerja tingkat nasional dan multinasional, dengan total gabungan mencapai 80,39%. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan memiliki daya saing yang baik dan kompetensi yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja pada skala yang lebih luas. Selain itu, proporsi lulusan yang bekerja pada perusahaan multinasional juga cukup tinggi, yang mengindikasikan kemampuan lulusan dalam beradaptasi pada lingkungan kerja profesional dengan cakupan yang lebih kompleks dan kompetitif.

Pada TS-2, dari total 51 responden, sebanyak 10 lulusan (19,61%) bekerja pada tingkat lokal, 25 lulusan (49,02%) bekerja pada tingkat nasional, dan 16 lulusan (31,37%) bekerja pada tingkat multinasional. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas lulusan TS-2 terserap pada perusahaan atau institusi berskala nasional. 

Pada TS-1, dari total 46 responden, sebanyak 5 lulusan (10,87%) bekerja pada tingkat lokal, 24 lulusan (52,17%) bekerja pada tingkat nasional, dan 17 lulusan (36,96%) bekerja pada tingkat multinasional. Distribusi ini juga memperlihatkan dominasi lulusan yang bekerja pada tingkat nasional.

Secara keseluruhan, gabungan data TS-2 dan TS-1 menunjukkan bahwa dari total 97 responden, sebanyak 15 lulusan (15,46%) bekerja pada tingkat lokal, 49 lulusan (50,52%) bekerja pada tingkat nasional, dan 33 lulusan (34,02%) bekerja pada tingkat multinasional.

Berdasarkan distribusi tersebut, dapat dianalisis bahwa mayoritas lulusan telah terserap pada dunia kerja tingkat nasional dan multinasional, dengan total gabungan mencapai 84,54%. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan memiliki daya saing yang baik dan kompetensi yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja pada skala yang lebih luas. Selain itu, proporsi lulusan yang bekerja pada perusahaan multinasional juga cukup tinggi, yang mengindikasikan kemampuan lulusan dalam beradaptasi pada lingkungan kerja profesional dengan cakupan yang lebih kompleks dan kompetitif.