
Pelaksanaan tracer study pada PSSTrTRIL mencakup lulusan pada periode TS-2 (lulusan tahun 2024) dan TS-1 (lulusan tahun 2025). Berdasarkan hasil analisa tracer study, pada TS-2 terdapat 45 lulusan dengan 38 responden (tingkat responden 79,17%), sedangkan pada TS-1 terdapat 53 lulusan dengan 47 responden (tingkat responden 88,68%). Dengan demikian, jumlah keseluruhan lulusan yang menjadi sasaran tracer study mencapai 101 orang, dengan jumlah responden sebanyak 85 orang, atau tingkat respons sebesar 84,16%. Persentase ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tracer study telah mampu menjangkau lebih dari separuh total lulusan pada periode pengamatan.
Berdasarkan hasil tracer study, dari total 85 responden, sebanyak 70 orang (82%) telah bekerja, 1 orang (1,18%) melanjutkan studi, 14 orang (16,47%) berwiraswasta dan 0 orang mencari pekerjaan (0%). Responden yang melanjutkan studi tetap dicatat sebagai bagian dari hasil tracer study, tetapi tidak dimasukkan dalam perhitungan indikator waktu tunggu lulusan, kesesuaian bidang kerja, maupun tingkat dan ukuran tempat kerja, karena yang bersangkutan belum memasuki dunia kerja secara penuh. Oleh karena itu, jumlah responden yang dijadikan acuan perhitungan waktu tunggu lulusan, kesesuaian bidang kerja, dan tingkat dan ukuran tempat kerja adalah 84 responden.
Hasil tracer study kemudian disampaikan kepada pemangku kepentingan internal, khususnya dosen dan pengelola program studi, serta dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran. Temuan dari tracer study menjadi salah satu dasar bagi program studi dalam menyelaraskan capaian pembelajaran lulusan dengan tuntutan dan kebutuhan dunia kerja, sehingga kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan dan kebutuhan pengguna lulusan.



